Bintik-Bintik Putih Pada Kuku. Berbahayakah?

Kulit, kuku dan rambut banyak memberikan sinyal tentang kesehatan anda secara keseluruhan. Kuku yang mengkilap dan berwarna pink tidak hanya terlihat cantik tapi juga memberikan tanda bahwa anda berada dalam kesehatan yang baik.

Tapi bagaimana jika anda mengalami bintik-bintik putih pada kuku? Apakah ini berbahaya atau apa ada yang salah pada tubuh anda? Yuk mari kita cari tahu!

Bintik-bintik Putih Pada Kuku

Leukonikia atau perubahan warna putih pada kuku biasanya tidak berbahaya. Ini biasanya adalah hasil dari cedera kuku diakibatkan oleh seringnya menggigit kuku, terjepit atau beberapa benturan trauma lainnya.

Bintik-bintik putih cenderung akan sembuh dengan sendirinya dan menghilang setelah kuku tumbuh sepenuhnya sekitar 6-8 bulan. Tetapi dalam beberapa kasus, ini bisa menjadi sinyal adanya masalah mendasar yang serius seperti ginjal, hati atau masalah jantung yang terjadi pada anda.

Itulah alasannya kenapa anda harus waspada dan perhatikan juga gejala lainnya.

Jenis Leukonikia

Leukonikia biasanya mengambil 2 bentuk utama:

1. Total leukonikia biasanya melibatkan pemutihan seluruh kuku.

2. Leukonikia parsial seperti namanya menunjukkan pemutihan parsial dari plat kuku. Tiga variasi leukonikia parsial adalah leukonikia striata, leukonikia punctata, dan leukonikia longitudinal.

  • Leukonikia striata juga dikenal sebagai garis Melintang, muncul sejajar dengan dasar kuku.
  • Leukonikia punctata muncul sebagai bintik-bintik putih kecil pada kuku.
  • Leukonikia longitudinal jarang terjadi dan melibatkan garis longitudinal kecil di bawah lempeng kuku.

3. Pseudo leukonikia adalah variasi leukonikia lainnya. Tapi tidak seperti bentuk lain, warna putih ini disebabkan oleh perubahan dasar dalam kuku bukan pada lempeng kuku. Seperti setengah kuku berwarna putih, kuku terry, dan garis muehrcke adalah 3 jenis pseudo leukonikia

Penyebabnya

Gelembung Udara, Trauma atau Cedera

Seringnya alasan utama bintik putih yang terjadi bukan dikarenakan leukonikia. Itu hanya bisa saja terjadi akibat gelembung udara yang terjebak di dalam lapisan keratin kuku. Ini dapat menghasilkan opacity dan menyebabkan bintik.

Gelembung-gelembung udara kecil ini sebagian besar hasil dari beberapa jenis trauma pada kuku. Misalnya, ketika satu jari anda terbentur.

Leukonikia melintang sering terjadi setelah melakukan manikur yang buruk. Jika ini terjadi pada kuku, biasanya karena trauma dari memakai sepatu yang ketat.

Jika cedera kuku adalah penyebab dari bintik-bintik putih, anda tidak perlu khawatir. Bintik ini akan menghilang sekitar 8 bulan, ini adalah perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk kuku anda tumbuh sepenuhnya.

Kekurangan Zink atau Albumin

Bertentangan dengan kepercayaan populer, leukonikia tidak disebabkan oleh kekurangan kalsium. Namun, kekurang zink atau albumin yang dapat menyebabkan bintik putih ini.

Zink berperan penting dalam banyak sistem enzim di dalam tubuh dan kekurangan zink dapat membuat efek yang merugikan. Leukonikia bisa menjadi salah satu efek tersebut dan biasanya bereaksi terhadap terapi zink.

Konsumsi makanan yang kaya akan zink seperti tiram, daging sapi, sereal, kacang panggang, ayam, yogurt, keju, susu rendah lemak dan almond. Kadar albumin serum yang rendah menunjukkan tingkat protein yang juga rendah dalam darah. Kondisi ini menyebabkan kuku muehrcke, sejenis pseudo leukonikia.

Makan sehat dan tingkatkan asupan protein untuk mengatasi kekurangan protein. Dapatkan dalam makanan laut, unggas, telur, kacang-kacangan dan produk susu seperti keju dan yogurt. Putih telur adalah sumber yang baik dari albumin.

5 Kasus Ketika Bintik-Bintik Putih Pada Kuku Menandakan Penyakit

Bintik-bintik putih yang terjadi pada beberapa kuku sebagian besar bukanlah hal yang harus anda khawatirkan. Namun, jika anda melihat titik-titik, garis-garis atau perubahan warna pada semua kuku jari, anda harus segera menemui dokter untuk berkonsultasi.

Jika kondisi medis yang mendasarinya maka, gejala lain juga bisa muncul seperti :

1. Kuku Putih

Jika kuku anda dihiasi dengan bintik-bintik putih atau seluruh kuku berubah menjadi putih, maka kondisi ini disebut kuku putih. Penyakit tipus, kusta dan sering menggigit kuku sering dikaitkan dengan gejala ini.

2. Kuku Putih atau Berwarna Gelap

Garis-garis hitam pada kuku bisa dikaitkan dengan keracunan logam berat seperti keracunan arsenik. Bisa juga menjadi tanda keracunan karbon monoksida.

Hal ini juga ditemukan pada orang dengan gagal ginjal dan orang-orang yang menjalani kemoterapi. Kuku putih seperti garis-garis melintang juga muncul degan beberapa penyakit menular, terutama mereka yang disertai demam tinggi.

Termasuk penyakit beragam seperti malaria, campak, penyakit kusta, herpes zoster dan infeksi pernapasan akut.

3. Setengah Dari Kuku Berwarna Putih

Dalam kondisi ini, anda akan mengalami sebagian dari kuku anda berubah menjadi warna putih. Hampir dari 40% pasien dengan gagal ginjal mengalami kondisi ini. Hal ini sering terlihat setelah dialisis dan terkadang setelah kemoterapi.

Psoriasis dan AIDS adalah kondisi beragam lainnya di mana setengah dari kuku berwarna putih ini terjadi.

4. Kuku Terry

Dalam kasus ini, kuku menjadi berwarna-warni dengan ujung merah muda atau coklat. Infeksi jamur kuku biasanya yang menyebabkan hal ini. Terkadang, bisa juga dikarenakan hasil dari kurangnya aliran darah ke kuku.

Ini bisa mengindikasi adanya gagal ginjal, diabetes tipe 2, anemia, masalah tiroid, masalah jantung, kemoterapi, masalah hati bahkan malnutrisi. Sekitar 80% dari individu yang menderita sirosis hati mengalami kuku terry.

5. Garis Muehrcke

Ini muncul seperti garis putih yang sejajar dengan dasar kuku. Karena munculnya di dasar kuku maka ini tidak akan lenyap seiring dengan pertumbuhan kuku.

Penyakit hati, kekurangan gizi, dan kekurangan albumin diketahui sebagai penyebab kondisi ini. Pembengkakan pada lempengan kuku, yang menekan turun pada pembuluh darah juga dapat menjadi dasar pemicunya.

Merawat Kuku

Lihatlah kuku anda, jaga dengan rutin memotong kuku yang panjang, memakai sarung tangan saat melakukan pekerjaan yang berat dan hindari penggunaan kuteks yang berlebihan untuk menghindari kerusakan pada kuku.

Melakukan manikur dan pedikur yang berlebihan hanya membawa kerugian pada kuku anda daripada manfaat yang di dapat. Lindungi kuku anda dengan memakai sepatu yang sesuai jangan menggunakan sepatu yang sempit sehingga akan membuat trauma pada kuku jari kaki.

Lakukan meditasi untuk menenangkan saraf dan berhenti untuk tidak menggigit kuku anda secara terus menerus. Jangan buru-buru panik jika anda mendapatkan bintik-bintik putih pada kuku anda. Ingat terkadang bintik putih akan muncul beberapa minggu setelah cedera. Bisa jadi anda lupa tentang cedera yang pernah anda alami.

« Previous Post
Next Post »