Kekurangan Gizi Ini Dapat Menyebabkan Depresi

Pilihan gaya hidup (makanan atau nutrisi, pengurangan stres dan kenyamanan) dapat berdampak pada kesehatan mental, termasuk depresi, gangguan efektif musiman (SAD), kecemasan, dan bahkan penyakit bipolar.

Apa yang anda makan dan minum secara langsung dapat mempengaruhi struktur otak, yang pada akhirnya mempengaruhi fungsi otak. Ini termasuk sintesis maupun fungsi neurotransmiter serta ada atau tidak adanya peradangan.

Kebanyakan psikiater gagal untuk menyadari peran nutrisi pada kesehatan mental. Obat saja tidak dapat membantu anda mengganti pola makan yang buruk. Hal ini masuk akal bahwa anda tidak dapat memiliki kesehatan psikologis dan emosional yang optimal tanpa mengatasi biologi dasar anda.

Jadi apakah anda menggunakan terapi bicara, pengobatan, atau keduanya untuk mengelola kesehatan mental, anda akan mendapatkan hasil yang lebih baik jika kesehatan fisik juga ditangani.

Seberapa Pentingnya Memberi Makan Otak?

Serotonin, dopamin dan norepinepherine adalah 3 neurotransmitter yang menyangkut kesehatan mental. Vitamin dan mineral penting dalam perpaduan dan fungsi neurotransmitter. Untuk produksi fungsi neurotransmitter yang stabil, anda perlu jumlah nutrisi yang optimal setiap hari.

Kurangnya pola makan seperti itu akan menghasilkan dan memperburuk gangguan suasana hati seperti depresi.

Nutrisi Penting Bagi Kesehatan Mental

1. Lemak Omega-3

Lemak omega-3 DHA penting untuk struktur sel otak (neuron). Jika pola makan Anda tidak cukup, lemak lain akan menggantikannya, seperti lemak trans yang menyebabkan masalah. Lemak trans meningkatkan peradangan, yang berarti juga akan meningkatkan risiko depresi.

Keutamaan lain dari lemak omega-3 EPA membantu fungsi neuron dan juga mengurangi peradangan, itulah sebabnya penelitian mendukung peran lemak omega-3 dalam mengurangi gejala depresi dan gangguan suasana hati lainnya.

2. Yodium

Hal ini dapat dianggap sebagai vitamin D yang baru. Yodium sangat penting untuk kesehatan tiroid, ahli metabolisme. Sebagian besar dari kita tidak mendapatkan cukup dari yodium karena sebagian besar telah hilang dari persediaan makanan kita. Asupan rata-rata yodium berkurang dari sekitar 800 mcg per hari menjadi 138-350 mcg setiap hari.

Sementara asupan rata-rata dapat mencegah kekurangan, ini tidak akan cukup untuk fungsi yang optimal dari proses fisiologis. Jika anda hendak menambah dengan menkonsumsi suplemen, pilih yang berkualitas baik menyediakan setidaknya RDA 150 mcg.

3. Zink

Ini adalah sekutu yang tak kenal lelah terlibat lebih dari 250 jalur biokimia terpisah atau reaksi yang mendukung hampir setiap fungsi. Hal ini penting untuk produksi dan fungsi neurotransmiter.

Zink juga diperlukan untuk pencernaan sehat dan sistem kekebalan tubuh yang kuat, sebagian besar ditemukan di saluran pencernaan. Saluran pencernaan yang sehat sama dengan kesehatan mental yang optimal karena 90% serotonin dan 50% dopamin diproduksi di usus kecil.

4. Magnesium

Seperti zink, magnesium diperlukan lebih dari 300 jalur biokimia terpisah dan reaksi diperlukan untuk kesehatan tulang dan gigi, mengurangi kecemasan, menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko beberapa diabetes.

Sebagian dari kita hanya mendapatkan sekitar setengah dari jumlah yang direkomendasikan dari magnesium. Magnesium membantu mengaktifkan enzim yang diperlukan untuk serotonin, dopamin dan produksi norepinepherine.

Suplemen dapat membantu memenuhi kebutuhan harian minimal secara konsisten, sehingga mengurangi depresi dan menghindari kekurangan magnesium.

5. Vitamin D

Kebanyakan orang tidak mendapatkan cukup akan vitamin ini. Otak menyukai vitamin D dan memiliki banyak reseptor untuk vitamin D.

Kekurangan vitamin D tidak hanya dikaitkan dengan depresi tetapi juga kecemasan, SAD dan demensia. Suplemen adalah pilihan untuk meningkatkan kadar vitamin D agar menurunkan risiko depresi.

6. Selenium

Seperti yodium, selenium diperlukan untuk fungsi tiroid yang baik. Sering kali, hanya dengan menambah asupan selenium dapat memperbaiki gejala awal fungsi tiroid yang rendah. Tiroid yang sehat mendukung kesehatan mental termasuk mengurangi risiko depresi.

Selenium membantu mengubah hormon tiroid tidak aktif menjadi aktif. Hal ini juga membantu membuat antioksidan dan detoksifikasi senyawa glutathione. Meningkatkan tingkat glutathione telah menunjukkan dapat mengurangi depresi, karena glutathione mengurangi peradangan di dalam otak.

7. Besi

Kekurangan zat besi lebih umum dialami oleh wanita dibandingkan pria karena pembuangan melalui menstruasi. Bentuk yang paling umum dari anemia adalah kekurangan zat besi dan gejala mirip dengan depresi seperti mudah marah, apatis dan kurangnya nafsu makan.

Makan makanan kaya vitamin C dengan makanan kaya akan zat besi dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi. Untuk wanita, multivitamin dengan mineral biasanya menyediakan 8–12 mg zat besi sedangkan pria memilih multivitamin yang bebas besi.

8. B Kompleks

Ini biasanya mencakup sekitar 11 vitamin B, semua yang terlibat dalam produksi dan fungsi neurotransmiter. Beberapa vitamin B komleks, seperti vitamin B12 diperlukan untuk menjaga massa otak, yaitu mencegah penyusutan otak dikarenakan demensia. Depresi merupakan gejala defisiensi B12 klasik.

Vitamin B lainnya yang penting bagi kesehatan mental termasuk B1, B6, B3 dan folat. Folat, B12 dan B6 membantu menurunkan kadar homosistein, yaitu produk sampingan dari metabolisme protein. Peningkatan kadar homosistein dapat meningkatkan risiko depresi.

Agar diet folat efektif, perlu untuk mengubahnya ke dalam bentuk aktif, namun sekitar 66% dari populasi tidak melakukan ini secara efektif karena mereka memiliki mutasi pada gen yang memetabolisme folat, menempatkan mereka pada peningkatan risiko defisiensi folat 180%.

9. Vitamin C

Kekurangan vitamin C biasanya menyebabkan kondisi seperti penyakit kudis, bengkak dan pendarahan gusi, semuanya akan sembuh dalam seminggu setelah inisiasi suplemen vitamin C. Tapi salah satu gejala yang lebih umum dari kekuranagan vitamin C adalah depresi.

Hampir 20% persen dari populasi secara fungsional kekurangan vitamin C tidak hanya karena makanan tetapi juga karena mereka memiliki mutasi gen yang tidak memungkinkan untuk menyerap dan memetabolisme vitmain dengan benar. Hal ini menempatkan mereka pada peningkatan risiko kekurangan vitamin C 150%.

Singkatnya, beri makanan pada otak. Kesehatan mental yang optimal tidak dapat direalisasikan jika biologi yang mendasari pengaturan suasana hati dan struktur dan fungsi otak tidak ditangani.

« Previous Post
Next Post »