Penyebab Hidrosefalus Pada Bayi Dan Orang Dewasa

Jika anda sedang hamil dan khawatir atas laporan USG yang tidak begitu baik atau anda melihat kepala anak anda berkembang lebih besar dari biasanya, mungkin mereka mengalami hidrosefalus.

Selain itu, anda juga perlu khawatir pada orang tua, kerabat dan teman yang kemampuan mentalnya memburuk serta mengalami kesulitan berjalan, walaupun kondisi ini jarang terjadi.

Berikut penjelasan mengenai hidrosefalus dan apa saja penyebabnya.

Apa Itu Hidrosefalus?

Hidrosefalus adalah akumulasi abnormal cairan serebrospinal (CSF) di ventrikel otak dan dapat mempengaruhi bayi, anak-anak dan orang dewasa.

 

Fungsi CSF adalah untuk melindungi otak dan sumsum tulang belakang, serta berfungsi membuang sampah disekitar jaringan. Produksi dan penyerapan CSF adalah suatu proses yang berkesinambungan. Saat otak menghasilkan CSF baru di ventrikel keempat, maka cairan lama diserap oleh darah.

Ketika terjadi ketidakseimbangan antara tingkat produksi dan tingkat penyerapan CSF, cairan akan terakumulasi sehingga terjadi hidrosefalus.

CSF mengalir sepanjang saluran tertentu di sekitar otak dan sumsum tulang belakang. Jika saluran ini terhambat karena berbagai alasan, maka ventrikel akan membesar dan memberikan tekanan pada jaringan otak.

Hidrosefalus pada bayi yang belum lahir sangat berbeda dengan hidrosefalus yang terjadi pada selama masa kanak-kanak. Dan hidrosefalus pada orang dewasa terjadi dikarenakan berbagai alasan. Penyebab pasti masih belum diketahui, namun ada beberapa kondisi yang dapat memicu berdasarkan kategori usia.

Penyebab Hidrosefalus Kongenital Pada Bayi

Bayi yang lahir dengan hidrosefalus disebabkan kelainan pada perkembangan janin. Bentuk hidrosefalus biasanya terdeteksi selama USG rutin sebelum melahirkan dan berikut termasuk beberapa penyebabnya.

1. Spina Bifida

Spina bifida adalah cacat tabung saraf yang dapat mengakibatkan hidrosefalus. Tabung saraf mulai tumbuh di tahap-tahap awal kehamilan dan menutup ketika janin berusia sekitar 4 bulan. Kemuadian berkembang menjadi otak, sumsum tulang belakang dan saraf.

Namun, bagian dari tabung saraf yang gagal untuk berkembang dan tidak menutup dapat memaksa t ventrikel keempa dan bagian otak kecil untuk terdorong ke bawah melalui bagian bawah tengkorak ke daerah sumsum, membatasi aliran CSF dari ventrikal keempat sehingga terjadi hidrosepalus.

2. Kelahiran Prematur

Komplikasi selama prematur juga dapat menyebabkan hidrosefalus. Bayi prematur menghasilkan pendarahan di otak dan ini akan menghambat aliran CSF secara normal. Akumulasi cairan dapat menyebabkan hidrosefalus.

3. Dandy Walker Syndrome

Ini adalah cacat langka otak kecil, bagian dari otak yang mengendalikan gerakan. Dalam kondisi ini, ventrikel keempat yang memungkinkan CSF mengalir antara bagian atas dan bawah dari otak dan sumsum tulang belakang menjadi besar yang menyebabkan cairan terakumulasi dalam otak.

Gejala dapat terlihat segera setelah lahir. Bayi dengan sindrom dandy walker memiliki perkembangan motorik lambat. Kepala mereka juga akan menjadi semakin lebih besar.

4. Stenosis aquaductal

Ini adalah kelainan genetik dan penyebab umum dari hidrosefalus kongenital. Adanya penghalang di saluran panjang dan sempit di antara ventrikal ketiga dan keempat otak yang mencegah aliran CSF. Obstruksi dapat disebabkan oleh tumor, infeksi atau pendarahan.

5. Kista Arachnoid

Ini adalah suatu kantong atau balon yang berdinding tipis dan terisi oleh cairan otak di mana saja pada bagian otak. Cacat bawaan ini biasanya ditemukan di bagian belakang otak pada anak-anak.

Kantung dapat menghalangi jalur sempit dimana CSF mengalir, yang mengakibatkan hidrosefalus. Ini juga dapat terjadi dikarenkan trauma atau cedera.

6. Malformasi Chiari

Ini terjadi pada pangkal batang otak dimana otak dan sumsum tulang belakang bertemu. Chiari adalah cacat yang paling sering terjadi. Dalam kondisi ini, bagian bawah belakang otak tumbuh ke kanal tulang belakang.

Karena menekan batang otak dan sumsum tulang belakang, ini akan menghalangi pengeringan CSF yang menyebabkan hidrosefalus.

Bayi dalam kondisi ini memiliki masalah pernapasan dan kesulitan menelan dan makan. Mereka juga akan muntah dan sering mengalami kaku pada leher dan tangan.

Penyebab Hidrosefalus Pada Anak Dan Orang Dewasa

Selain terjadi pada bayi baru lahir, hidrosefalus juga bisa terjadi pada anak-anak dan orang dewasa. Hal ini terjadi akibat dari berbagai masalah neurologis seperti :

  • Pendarahan dalam ventrikel disebut perdarahan intraventrikular
  • Infeksi, misalnya meningitis atau gondok
  • Trauma kepala
  • Tumor otak.

Seiring bertambahnya usia anak, gejala hidrosefalus menunjukan gejala seperti mata menatap ke bawah, gerakan-gerakan aneh, masalah dengan penglihatan dan keseimbangan, mengantuk, sakit kepala, kehilangan memori, inkontinensia dan mual.

1. Perdarahan intraventrikular

Hal ini sering terjadi pada bayi yang lahir prematur, ketika pembuluh darah kecil dekat permukaan ventrikal terbuka. Darah yang bocor keluar dapat menahan ventrikel atau bentuk sumbat dalam tabung-tabung kecil yang disebut vili arachnoid yang biasanya menyerap CSF.

2. Meningitis

Meningitis biasanya disebabkan oleh bakteri atau kadang virus, infeksi yang mengarah ke peradangan selaput otak dan sumsum tulang belakang.

Hal ini mengakibatkan jaringan parut pada selaput halus melapisi pembuluh darah yang mengangkut CSF. Hidrosefalus dapat terjadi jika jaringan parut menahan cairan yang mengalir melalui ventrikal atau permukaan otak.

3. Trauma

Jika jaringan otak, saraf atau pembuluh darah rusak sebagai akibat dari cedera kepala, peradangan dapat terjadi saat pembuluh darah pecah dan darah memasuki saluran CSF.

Lokasi dimana CSF diserap dapat tersumbat oleh selaput bekas luka atau sel darah dan aliran CSF terganggu yang menyebabkan hidrosefalus.

4. Tumor Otak

Tumor otak pada anak-anak umumnya terjadi di wilayah yang dikenal sebagai fosa posterior, yaitu bagian belakang otak.

Seiring pertumbuhan tumor, ini akan menekan ventrikal keempat yang menghalangi CSF mengalir dan menyebabkan hidrosefalus. Tumor yang tumbuh di tempat lain di otak juga bisa menghalangi atau menekan ventrikel dengan hasil yang sama.

Penyebab Hidrosefalus Tekanan Normal Pada OrangTua

Jenis hidrosefalus yang didiagnosa pada orangtua berusia 60-70an adalah hidrosefalus tekanan normal (NPH). Dalam kondisi ini, akumulasi CSF menyebabkan ventrikal membengkak. Ini menempatkan tekanan pada jaringan otak dan dapat menyebabkan kerusakan atau kehancuran di beberapa bagian otak.

Namun, bagaimanapun tekanan CSF bisa bervariasi dari rendah ke tinggi dan memiliki dampak buruk. Gejala NPH terjadi secara bertahap. Gejala yang umum adalah kesulitan dalam berjalan, diikuti oleh penurunan fungsi mental dan kehilangan memori, kepala membesar tidak dialami pada orangtua.

NPH dapat terjadi dalam kondisi sebagai berikut :

  • Jika anda mengalami cedera kepala serius
  • Pendarahan otak atau aneurisma
  • Meningitis atau infeksi lainnya dalam sistem saraf pusat
  • Setelah operasi otak
  • Adanya masalah kondisi kesehatan seperti diabetes, penyakit jantung atau kadar kolesterol darah tinggi, semua yang mempengaruhi aliran darah dapat memicu terjadinya NPH.

Para ahli menambahkan, bagaimanapun dalam sebagian besar kasus, penyebab NPH masih tidak jelas. Hidrosefalus tidak dapat dicegah, tapi dengan mengetahui akar penyebabnya maka akan dapat membantu anda mendapatkan bantuan medis yang tepat.

Selain itu, ketahuilah bahwa risiko hidrosefalus pada bayi dapat didiagnosis atau bahkan dikurangi sampai batas tertentu dengan memastikan kehamilan anda terus dipantau dengan baik oleh dokter.

Dalam kasus orang dewasa, ikuti semua skrining dan vaksinasi yang direkomendasikan untuk usia dan jenis kelamin anda. Dan pastikan anda terlindung dari penyakit menular yang dapat memicu hidrosefalus.

« Previous Post
Next Post »